NBA: Mike Dunleavy Sr berharap Lakers kembali

Mike Dunleavy Sr NBA Los Angeles Lakers

Mike Dunleavy Sr mengakui bahwa ia tertarik menjadi pelatih Los Angeles Lakers lagi setelah Mike D’Antoni mengundurkan diri dari waralaba pada hari Kamis.

D’Antoni memutuskan berhenti setelah memimpin musim terburuk Lakers dalam sejarah tim dalam 82 pertandingan.

LA mengalami hasil 27-55 pada kampanye 2013-14 karena mereka sekali lagi berjuang tanpa pemain bintangnya Kobe Bryant.

Lakers kehilangan Bryant yang mengalami cedera Achilles di penghujung akhir musim lalu dan sebagai dampaknya tersingkir di babak play-off oleh San Antonio Spurs.

Bryant memang kembali beraksi tahun ini tetapi hanya berhasil di enam pertandingan sebelum mengalami masalah lutut. Cedera Bryant menjadi alasan bagi D’Antoni dan meski ada pembicaraan Lakers agar ia tinggal, pria 62 tahun ini menyebutkan masa dua tahunnya berakhir di Staples Center, pada hari Kamis.

Sekarang Lakers berpacu untuk mencari penggantinya dan spekulasi mengindikasikan mantan pelatih New York Knicks, Jeff van Gundy dan Chicago Bulls, Tom Thibodeauare ada dalam daftar incaran teratas.

Dunleavy kini menantang dirinya untuk memimpin sang juara 16 kali. Pria berusia 60 tahun ini memiliki musim dua tahun sebagai pelatih kepala antara tahun 1990 dan 1992.

Dunleavy memimpin Lakers ke final Kejuaraan NBA di musim pertamanya bertugas dan setelah itu pergi melatih Milwaukee Bucks, Portland Trail Blazers dan Los Angeles Clippers.

Mantan guard tersebut berujar bahwa ia ingin kesempatan untuk mendiskusikan lagi tentang peran pelatih kepala yang pergi untuk terakhir kalinya sebelum D’Antoni diangkat.

Siaran radio SiriusXM: “Ini salah satu tugas utama, jika bukan tugas utama di liga. Nyatanya, sejarah dan jumlah kejuaraan yang telah mereka menangkan, dan faktanya anda ada di LA. Mereka telah menunjukkan kemampuan hebat untuk mengisi kembali selama bertahun-tahun dengan cukup cepat, dan jelas mereka masih punya Kobe Bryant dalam tim.”

“Jelas, jika saya punya kesempatan diwawancarai mereka, saya pasti akan tertarik. Saya punya semangat besar disana ketika saya melatih di tahun 90-an. Saya diwawancarai terakhir kali saat pekerjaan itu masih terbuka. Mereka sungguh organisasi yang hebat.”