Poyet : Big Sam sosok yang tepat

Big-Sam-to-Sunderland

Mantan bos Sunderland Gus Poyet yakin bahwa Sam Allardyce adalah sosok yang tepat untuk mengambil alih kendali di Stadium of Light.

Black Cats sedang mengincar bos baru menyusul keputusan Dick Advocaat yang berhenti setelah menjalani delapan pertandingan musim ini.

Wearsiders diyakini tengah menyusun daftar calon potensial dan nama Allardyce dianggap paling layak di antara semuanya, dan klub tertarik membahas posisi kosong ini.

Pelatih 60 tahun tersebut berhenti dari pekerjaan sejak kontraknya di West Ham berakhir akhir musim lalu dan tidak akan tergesa-gesa untuk kembali bekerja.

‘Big Sam’ bisa terbukti menjadi pilihan yang tidak populer jika Black Cats mengontraknya, mengingat ia menghabiskan sembilan bulan bertugas Newcastle sebelum dipecat pada Januari 2008 silam.

Poyet yakin Sunderland harus berupaya sekuat mungkin untuk membawa Allardyce. Ia menganggap bahwa pengalamannya bisa memberi perbedaan saat klub berjuang menghindari degradasi.

“Sam Allardyce harusnya menjadi pelatih Sunderland berikutnya,” ujar Poyet. “Ia memiliki pengalaman sebelumnya di tim utara timur. Ia tahu banyak tentang Liga Premier dan ia tahu persis apa yang harus dilakukan tim agar bertahan di Liga Premier.”

Beberapa manajer telah menolak untuk menjadi bos Sunderland berikutnya, seperti Harry Redknapp, David Moyes dan Walter Mazzarri semunya berkeberatan.

Siapa pun yang mengambil alih posisi ini akan menghadapi tugas sulit untuk mempertahankan tim asal utara-timur tersebut, dimana Black Cats berada lima poin dari zona aman setelah gagal memenangkan salah satu dari delapan pertandingan pertama mereka.

Sunderland terbayar 1,22 jika terdegradasi musim ini, sementara saingan mereka Newcastle terbayar 2,20 jika berada di posisi tiga terbawah.

 


 

facebook-profile-picture
About William Dickson
adalah Kepala Editor sports untuk DafaOlahraga. Setelah dia tamat dari Universitas Indonesia, dia terlibat dalam menulis tentang olahraga, terkhusus bola, seperti: Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman dll. Dalam 3 tahun ini, dia terus menulis tentang olahraga seperti yang para penulis handal lain lakukan. Di tahun 2014, ia bergabung dengan Dafabet, yang merupakan perusahaan dan brand dari AsianBGE untuk membagi ilmunya dan inspriasinya yang sangat cocok untuk perusahaan AsianBGE. Tamat dengan S1 jurusan jurnalis Universitas Indonesia tahun 2012. Selain minat nya dengan menulis berita olahraga, ia juga suka memperbarui blog nya dengan berita negara-negara yang paling baik untuk dikunjungi. Follow him on twitter: @williamdickso20

View all post by William Dickson »