Allardyce kecam kesalahan bodoh pemain Sunderland
2.5 (50%) 2 votes

Sunderland-manager-Sam-Allardyce-1

Manajer Sunderland, Sam Allardyce mengklaim pemainnya harus berhenti membuat kesalahan konyol jika mereka memiliki ambisi untuk promosi ke Liga Premier Inggris.

Black Cats kalah 1-0 dari Southampton di Stadium of Light, Sabtu lalu, lewat gol Dusan Tadic dari titik penalti setelah Yann M’Vila mengasari Ryan Bertrand di kotak penalti.

Ini berarti Allardyce telah kehilangan tiga dari empat laga selama ia bertugas dan Sunderland terus berjuang di posisi yang salah di Liga Premier, berada kedua dari bawah dengan enam poin dari 12 pertandingan.

Sementara itu, mantan manajer West Ham tersebut mengakui setelah pertandingan bahwa Southampton adalah tim superior, ia juga mengecam M’Vila yang membuatnya terkena hukuman penalti setelah melanggar Bertrand.

Allardyce, yang merasa Sunderland harusnya mendapat penalti setelah sundulan Jack Rodwell menyentuh lengan bek Southampton Maya Yoshida, mengakui bahwa para pemainnya harus lebih berani mengambil keputusan jika mereka ingin ingin keluar dari kesulitan .

Ujar Allardyce: “Mereka [pertahanan kami] menyelamatkan kami di pertandingan sampai akhirnya kami menyerah karena penalti bodoh.

“Karena kami melakukan kesalahan konyol seperti itu, kami akan berjuang di peringkat bawah klasemen. Ya, Southampton adalah tim yang lebih baik dan memiliki peluang lebih baik, tapi kami harus berhenti memberi kesempatan bagi lawan.

“Laga berakhir 0-0 saat itu, dan siapa tahu, kami mungkin telah mengecewakan yang lain dan menggagalkan kemenangan. Jika kami meraih 0-0, saya pasti sudah sangat senang hari ini karena usaha yang kami lakukan. ”

Sunderland bertandang untuk menghadapi Crystal Palace pada 23 November dan terbayar 6.00 jika meninggalkan Selhurst Park dengan tiga poin. Palace menjadi favorit 1,57 dan terbayar jika memenangkan pertandingan, dan hasil imbang terbayar 3,80.

 


 

facebook-profile-picture
About William Dickson
adalah Kepala Editor sports untuk DafaOlahraga. Setelah dia tamat dari Universitas Indonesia, dia terlibat dalam menulis tentang olahraga, terkhusus bola, seperti: Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman dll. Dalam 3 tahun ini, dia terus menulis tentang olahraga seperti yang para penulis handal lain lakukan. Di tahun 2014, ia bergabung dengan Dafabet, yang merupakan perusahaan dan brand dari AsianBGE untuk membagi ilmunya dan inspriasinya yang sangat cocok untuk perusahaan AsianBGE. Tamat dengan S1 jurusan jurnalis Universitas Indonesia tahun 2012. Selain minat nya dengan menulis berita olahraga, ia juga suka memperbarui blog nya dengan berita negara-negara yang paling baik untuk dikunjungi. Follow him on twitter: @williamdickso20

View all post by William Dickson »